Berita

Bhabinkamtibmas Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan di Kelurahan Sampir, 597 Warga Terima Manfaat

×

Bhabinkamtibmas Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan di Kelurahan Sampir, 597 Warga Terima Manfaat

Share this article

Sumbawa Barat – Upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat terus dilakukan melalui pendistribusian bantuan pangan kepada warga yang membutuhkan. Seperti yang dilaksanakan di Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan pendistribusian Bantuan Pangan (Bapang) tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Kantor Kelurahan Sampir. Sebanyak 597 warga tercatat sebagai penerima manfaat dalam program bantuan tahun 2026 ini.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sampir, Brigpol Baori Rozak Anjani bersama Babinsa turut melakukan pendampingan guna memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Kegiatan ini juga melibatkan Lurah Sampir serta aparatur kelurahan.

Adapun bantuan yang disalurkan berasal dari BULOG, berupa beras dan minyak goreng. Total bantuan yang didistribusikan meliputi 11.940 kilogram beras dengan kemasan masing-masing 10 kilogram per penerima, serta 2.388 liter minyak goreng dalam kemasan 1 liter per paket.

Pendampingan oleh aparat keamanan dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat selama proses penyaluran berlangsung.

Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Ardiyatmaja, menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di lapangan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah.

“Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan tertib, aman, dan tepat sasaran. Kami juga ingin memberikan rasa nyaman kepada masyarakat penerima bantuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah sangat penting dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial.

Dari hasil kegiatan, seluruh rangkaian pendistribusian bantuan pangan di Kelurahan Sampir berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali tanpa adanya kendala berarti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…