Berita

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dampingi Distribusi Bantuan Pangan di Desa Sekongkang Bawah

×

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dampingi Distribusi Bantuan Pangan di Desa Sekongkang Bawah

Share this article

Sekongkang, Sumbawa Barat — Bhabinkamtibmas Desa Sekongkang Bawah Brigadir Multamilsyah bersama Babinsa setempat melakukan pendampingan distribusi Bantuan Pangan yang disalurkan oleh PT. Jasa Prima Logistik Bulog Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada warga desa, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan berjalan tertib, tepat sasaran, dan aman. Bantuan pangan yang didistribusikan terdiri dari komoditas pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Ardiyatmaja, kehadiran aparat di lapangan bukan hanya sebagai bentuk pengamanan, tetapi juga untuk memastikan bahwa proses distribusi sesuai prosedur.

“Pendampingan ini kami lakukan untuk memastikan bantuan dari Bulog melalui PT. Jasa Prima Logistik tersalurkan kepada warga yang berhak tanpa hambatan. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat,” ujar Iptu Ardiyatmaja.

Manfaat Program Bantuan Pangan

Iptu Ardiyatmaja menjelaskan bahwa bantuan pangan ini memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi masyarakat, antara lain:

Mengurangi beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Kecamatan Sekongkang, sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga.

Memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan aparat keamanan dalam menjamin ketahanan pangan daerah.

Meningkatkan rasa aman dan percaya masyarakat, karena proses distribusi dilakukan secara terbuka dan diawasi langsung oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Iptu Ardiyatmaja juga menegaskan bahwa Polres Sumbawa Barat akan terus mendukung kegiatan kemasyarakatan, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan warga.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan menjadi dorongan positif bagi ketahanan sosial di Desa Sekongkang Bawah,” pungkasnya.

Dengan pendampingan yang berjalan kondusif, distribusi bantuan pangan pada hari ini selesai dengan aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…