Berita

Peringati Hari Kanker Payudara Sedunia, Kapolda Kalteng Jalan Sehat Bersama YKI dan Masyarakat

×

Peringati Hari Kanker Payudara Sedunia, Kapolda Kalteng Jalan Sehat Bersama YKI dan Masyarakat

Share this article

 

Palangka Raya – Ribuan warga tumpah ruah di Bundaran Besar Talawang, Kota Palangka Raya, Minggu (19/10/2025), untuk mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Kanker Payudara Sedunia. Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng, Ny. Maya Iwan Kurniawan.

Hadir pula Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Forkopimda Provinsi Kalteng, pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalteng, serta masyarakat dari berbagai kalangan. Suasana penuh semangat tampak mewarnai jalannya kegiatan.

Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si., menjelaskan bahwa jalan sehat ini menjadi wujud dukungan nyata bagi para penyintas kanker sekaligus lansia di Kota Palangka Raya.

“Peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia ini bukan hanya sekadar momentum peringatan, tetapi juga ajakan nyata untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini,” ujarnya.

Erlan menambahkan, kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia. Namun, peluang kesembuhan sangat besar apabila dapat dideteksi sejak dini.

“Untuk itu, melalui kegiatan jalan sehat bersama ini diharapkan mampu meningkatkan gaya hidup sehat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan dukungan bagi penderita kanker,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…