Berita

Kapolda Kalteng Ajak FKPPI Bersinergi dalam Pembangunan dan Keamanan Daerah

×

Kapolda Kalteng Ajak FKPPI Bersinergi dalam Pembangunan dan Keamanan Daerah

Share this article

 

Palangka Raya – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) X Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Sabtu (18/10/2025).

Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda tersebut dan mengajak seluruh keluarga besar FKPPI untuk memperkuat sinergi dengan Polri maupun pemerintah daerah.

“Saya berharap FKPPI dapat menjadi mitra Polri dan pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Tengah,” ungkap Irjen Iwan.

Ia menegaskan, kebersamaan antara Polri dan FKPPI menjadi kunci penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Semoga melalui Musda X FKPPI Kalteng ini, dapat dijadikan momentum penting dalam meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan daerah, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara,” tandasnya.

Musda X FKPPI Kalteng ini diharapkan melahirkan keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan menuju Kalimantan Tengah yang maju dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…