Berita

Bhabinkamtibmas Desa Goa Laksanakan Giat Rawan Pagi di SDN Goa, Wujud Kepedulian Terhadap Keselamatan Pelajar

×

Bhabinkamtibmas Desa Goa Laksanakan Giat Rawan Pagi di SDN Goa, Wujud Kepedulian Terhadap Keselamatan Pelajar

Share this article

Sumbawa Barat – Dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya para pelajar di pagi hari, Bhabinkamtibmas Desa Goa Polsek Jereweh Polres Sumbawa Barat melaksanakan kegiatan Rawan Pagi di depan SDN Goa, Kecamatan Jereweh, pada Senin (14/10/2025).

Kegiatan Rawan Pagi ini bertujuan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keselamatan para siswa saat menyeberang jalan menuju sekolah. Selain itu, kehadiran Bhabinkamtibmas di pagi hari juga memberikan rasa aman bagi para guru dan orang tua yang mengantar anak-anaknya.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Goa turut mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan memperhatikan keselamatan bersama, terutama di sekitar lingkungan sekolah yang padat aktivitas di pagi hari.

Ia juga mengingatkan para pelajar untuk selalu disiplin, tertib berlalu lintas, dan berhati-hati saat menyeberang jalan. “Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, agar tercipta situasi yang aman dan kondusif setiap pagi di wilayah hukum Polsek Jereweh,” ujarnya.

Kegiatan seperti ini rutin dilakukan oleh jajaran Polsek Jereweh Polres Sumbawa Barat sebagai wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keselamatan masyarakat di jalan raya, khususnya di waktu-waktu rawan seperti pagi hari saat anak-anak berangkat ke sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…