Berita

Patroli Polsek Brang Rea: Lebih dari Sekadar Pengawasan, Wujudkan Silaturahmi Demi Kamtibmas

×

Patroli Polsek Brang Rea: Lebih dari Sekadar Pengawasan, Wujudkan Silaturahmi Demi Kamtibmas

Share this article

Brang Rea, 13 Oktober 2025 – Personel Polsek Brang Rea kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui kegiatan patroli rutin yang dilakukan di wilayah Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat.

Namun, patroli kali ini bukan hanya sekadar bentuk pengawasan wilayah semata. Lebih dari itu, kegiatan ini dikemas dalam nuansa silaturahmi yang hangat dan penuh kedekatan bersama warga, sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Kapolsek Brang Rea melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, IPDA Eddy Soebandi S.Sos, menegaskan bahwa patroli yang dilaksanakan pada Senin (13/10/25) tersebut menjadi wujud nyata dari pendekatan humanis yang diusung oleh Polri, khususnya Polres Sumbawa Barat.

“Patroli ini tidak hanya fokus pada pengawasan wilayah. Kami juga menyapa warga, berdialog, dan mendengarkan langsung aspirasi serta keluhan mereka. Ini bagian dari upaya membangun sinergi yang kuat demi menjaga Kamtibmas yang kondusif dan berkelanjutan,” ujar IPDA Eddy.

Kegiatan patroli menyasar sejumlah titik rawan, area pemukiman warga, serta lokasi-lokasi strategis lainnya. Dalam pelaksanaannya, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas, seperti pentingnya menjaga kerukunan antarwarga, waspada terhadap potensi gangguan keamanan, serta mengingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

IPDA Eddy menambahkan, kehadiran polisi yang menyatu dengan masyarakat diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman. “Dengan menjalin komunikasi yang baik, masyarakat tidak akan sungkan melaporkan potensi gangguan keamanan. Ini yang kami harapkan agar situasi tetap aman, damai, dan terkendali,” tambahnya.

Kegiatan patroli dialogis ini pun mendapat respons positif dari warga. Mereka menyambut baik kehadiran petugas yang tidak hanya menjaga keamanan, namun juga peduli terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Patroli sambang dan pendekatan persuasif ini menjadi salah satu program unggulan Polsek Brang Rea dalam membangun kepercayaan publik dan mewujudkan wilayah yang aman dan harmonis. Sinergitas antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang terbebas dari gangguan Kamtibmas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…