Berita

SATLANTAS POLRES SUMBAWA BARAT GELAR ANJANGSANA DALAM RANGKA HUT LALU LINTAS KE-70

×

SATLANTAS POLRES SUMBAWA BARAT GELAR ANJANGSANA DALAM RANGKA HUT LALU LINTAS KE-70

Share this article

Sumbawa Barat – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumbawa Barat menggelar kegiatan anjangsana sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat.

Kegiatan anjangsana tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (17/09/25) dan dipimpin langsung oleh KBO Lantas Polres Sumbawa Barat IPDA Andre Sunarko serta IPDA Ade Prasetyo Nugroho, S.Trk.. Kegiatan ini menyasar sejumlah warga masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan, termasuk keluarga anggota Polri yang telah purna tugas serta masyarakat yang sedang mengalami sakit.

Menurut Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, IPTU Ardiyatmaja, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Lalu Lintas ke-70 yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat empati dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat.

“Anjangsana ini merupakan wujud kepedulian Satlantas Polres Sumbawa Barat terhadap masyarakat dan keluarga besar Polri. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan memberikan dukungan moral menjelang HUT Lalu Lintas ke-70,” ujar IPTU Ardiyatmaja.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Sumbawa Barat juga memberikan bingkisan sebagai bentuk tali asih. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat demi mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib di wilayah Sumbawa Barat.

Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 ini mengangkat semangat pelayanan, edukasi, dan pengabdian Satlantas kepada masyarakat, sejalan dengan transformasi Polri menuju Presisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…