Berita

Polres Indragiri Hulu Gelar Panen Raya Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan

×

Polres Indragiri Hulu Gelar Panen Raya Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan

Share this article

 

Indragiri Hulu. Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Indragiri Hulu (Inhu) mengadakan panen raya jagung di Kecamatan Lirik. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama dengan pelaku usaha ini berhasil menghasilkan sekitar 600 kilogram jagung pipil.

Panen raya ini digelar oleh Polsek Lirik bersama manajemen PT Gandaerah Hendana, tepatnya di Desa Redang Seko, Kecamatan Lirik, Kabupaten Inhu, pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dengan memanfaatkan lahan produktif secara optimal.

Turut hadir dalam acara tersebut Kapolsek Lirik, Iptu Endang Kusma Jaya, Camat Lirik Harmes Jhoni, serta jajaran manajemen PT GH.

Menurut Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran, kolaborasi ini menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung pembangunan nasional, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dalam aspek ekonomi masyarakat.

“Polri siap mendukung penuh program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah, sekaligus mendorong masyarakat untuk mengelola lahan secara produktif,” ujar Aiptu Misran, Sabtu (9/8/2025).

Sementara itu, pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah melalui pemanfaatan lahan yang mereka miliki.

Kapolsek Lirik juga menegaskan bahwa Polsek akan terus ambil bagian dalam program-program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan resmi dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi panen. Selain pemetikan simbolis, para peserta juga turut serta langsung dalam proses panen.

Dari lahan seluas satu hektare, berhasil dipanen sekitar 600 kg jagung pipil. Meski hasilnya belum maksimal, kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mengelola lahan secara produktif. Hasil panen akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal dan menjadi contoh konkret bagi warga sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…