Berita

Polres Sumbawa Barat Bagikan Bendera Merah Putih, Perkuat Semangat Nasionalisme di tengah Masyarakat.

×

Polres Sumbawa Barat Bagikan Bendera Merah Putih, Perkuat Semangat Nasionalisme di tengah Masyarakat.

Share this article

Sumbawa Barat — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Sumbawa Barat melaksanakan kegiatan pembagian bendera Merah Putih kepada Pengendara dan masyarakat di kecamatan poto tano kabupaten sumbawa barat. Sabtu,(09/08/2025)

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata upaya Polri dalam menumbuhkan dan memperkuat semangat nasionalisme, serta menanamkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.

Pembagian bendera dilaksanakan di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat, dengan menyasar warga, pengendara, pedagang kaki lima, hingga pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres AKBP Zulkarnain, S.I.K secara simbolis menyerahkan bendera Merah Putih kepada Pengendara, sebagai ajakan untuk turut serta memeriahkan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Merah Putih.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin menggugah kembali semangat persatuan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, dan penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan,” ujar Kapolres.

Melalui kegiatan ini, Polres Sumbawa Barat berharap masyarakat dapat terus menjaga semangat kebangsaan, mempererat persaudaraan antarwarga, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…