Berita

Bhabinkamtibmas Desa Tempos Dampingi Panen Jagung, Jaga Ketahanan Pangan di Lombok Barat

×

Bhabinkamtibmas Desa Tempos Dampingi Panen Jagung, Jaga Ketahanan Pangan di Lombok Barat

Share this article
Bhabinkamtibmas Tempos Dampingi Panen Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

LOMBOK BARAT – Bhabinkamtibmas Desa Tempos, Aipda Nurhamudin, hadir langsung di tengah-tengah petani untuk memantau proses panen jagung di Dusun Alasmalang. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya kepolisian dalam menjamin kelancaran program ketahanan pangan pemerintah, khususnya di wilayah hukum Polsek Gerung.

Bhabinkamtibmas dan Sinergi dengan Petani Lokal

Pada Rabu, 6 Agustus 2025, suasana di area persawahan Dusun Alasmalang terlihat ramai dan penuh semangat. Para petani dengan sigap memanen hasil kerja keras mereka. Di tengah kesibukan tersebut, Aipda Nurhamudin hadir memberikan pendampingan dan memastikan seluruh proses berjalan aman. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi panen menjadi bukti nyata bahwa polisi tidak hanya berfokus pada masalah keamanan konvensional, tetapi juga aktif mendukung sektor ekonomi vital seperti pertanian.

“Kegiatan pendampingan ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap para petani. Kami ingin memastikan panen berjalan lancar, aman, dan tanpa kendala, sehingga hasil yang didapatkan bisa maksimal,” ujar Aipda Nurhamudin.

Pendampingan ini juga menciptakan hubungan yang lebih erat antara polisi dan masyarakat. Para petani merasa lebih tenang dan terlindungi dengan kehadiran aparat di tengah-tengah mereka.

Suksesnya Panen Jagung: Kontribusi Nyata terhadap Ekonomi Lokal

Dalam panen kali ini, sebuah kelompok tani menjual jagung hasil panen mereka kepada saudagar H. Jedi. Jagung yang dipanen dari lahan seluas 2 hektare 30 are berhasil dijual dengan harga Rp35 juta. Berat total jagung yang berhasil dipanen mencapai sekitar 22 ton dalam kondisi brondolan. Setelah panen, jagung tersebut akan melalui proses pemipilan dan pengeringan di gudang milik H. Jedi.

Angka-angka ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan panen, tetapi juga menggambarkan potensi besar sektor pertanian di Lombok Barat, khususnya dalam komoditas jagung. Keberhasilan panen ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Kami sangat bersyukur panen tahun ini berhasil. Harganya juga cukup memuaskan. Kehadiran Pak Bhabin membuat kami merasa lebih aman dan terjamin,” kata salah seorang petani.

Memastikan Kelancaran Distribusi dan Harga yang Adil

Selain memantau proses panen, Aipda Nurhamudin juga turut mengawasi proses transaksi antara petani dan saudagar. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kecurangan dan harga yang ditetapkan adil bagi para petani. Bhabinkamtibmas berperan sebagai fasilitator yang menjaga kepercayaan antara kedua belah pihak.

Kapolsek Gerung, Iptu I Gusti Agung Bayu Damana, mengapresiasi kinerja anggotanya. “Sinergi antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat, khususnya petani, sangat penting. Ini sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan menunjukkan komitmen kami untuk selalu dekat dengan masyarakat dan mendukung setiap kegiatan positif yang mereka lakukan,” ungkap Iptu Gusti Agung Bayu Damana.

Komitmen Polri dalam Menjaga Ketahanan Pangan

Keberhasilan panen jagung di Desa Tempos yang berjalan aman, lancar, dan kondusif merupakan salah satu indikator positif dari program ketahanan pangan pemerintah. Jagung sebagai salah satu komoditas strategis, memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

Peran aktif kepolisian melalui Bhabinkamtibmas dalam memonitor dan mendampingi petani adalah langkah proaktif yang patut dicontoh. Hal ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan terus mendukung sektor pertanian, diharapkan ketahanan pangan di Indonesia akan semakin kuat, dan para petani dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…