Berita

POLSEK PAJO AMANKAN LOMBA DAYUNG SAMPAN TRADISIONAL DI WADUK LA NANGGA

×

POLSEK PAJO AMANKAN LOMBA DAYUNG SAMPAN TRADISIONAL DI WADUK LA NANGGA

Share this article

Kepolisian Sektor (Polsek) Pajo, Polres Dompu, menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat dengan menggelar patroli pengamanan pada kegiatan lomba dayung sampan tradisional atau Rangki, yang digelar di kawasan Waduk La Nangga, Dusun Pelita, Desa Tembalae, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Rabu (30/7/2025).

Patroli yang berlangsung sejak pukul 16.00 WITA hingga usai kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel gabungan, di antaranya BRIPKA Wiji Utomo (KSPKT III), AIPDA Agus Salim (Bhabinkamtibmas Desa Ranggo), BRIPKA A. Wahid (Bhabinkamtibmas Desa Lune), serta anggota Unit Reskrim BRIPKA Hardading.

Kegiatan yang mengundang antusiasme masyarakat ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Guna memastikan kelancaran dan keamanan acara, aparat kepolisian melakukan patroli secara dialogis dan humanis di sekitar lokasi perlombaan, termasuk jalur keluar-masuk penonton dan titik-titik rawan gangguan kamtibmas.

Dalam pernyataan resminya, Kapolsek Pajo, IPDA Gunawan Husni Jaya, melalui Kasi Humas Polres Dompu AKP Zuharis, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah kegiatan masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab dan pelayanan kepolisian kepada warga. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan pengamanan berjalan aman dan lancar. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang signifikan selama kegiatan berlangsung.

Pengamanan kegiatan tradisional ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam merawat nilai-nilai budaya, menjaga keharmonisan sosial, serta menguatkan jalinan komunikasi antara negara dan rakyat.

Atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar, masyarakat setempat menyampaikan apresiasi kepada Polsek Pajo yang telah hadir secara langsung dan aktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…