Berita

Polsek Pekat Lakukan Pengamanan Kegiatak Adat Suku Sasak.

×

Polsek Pekat Lakukan Pengamanan Kegiatak Adat Suku Sasak.

Share this article
Kepolisian Sektor Pekat melaksanakan pengamanan kegiatan adat masyarakat suku Sasak yang dikenal dengan sebutan Nyongkolan, pada Rabu (30/7) sekitar pukul 16.20 WITA. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Karang Pulih, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.
Pengamanan dilakukan oleh tiga personel Polsek Pekat, yaitu:
1.Aipda Firdaus
2.Brigadir M. Husnul Wahid
3.Brigadir M. Junaidi
Prosesi Nyongkolan merupakan tradisi adat pernikahan suku Sasak, di mana rombongan keluarga mempelai pria berjalan kaki menuju rumah mempelai wanita. Rombongan diiringi kesenian tradisional Gendang Beleq dan diikuti oleh sekitar 100 orang dari kalangan keluarga dan masyarakat.
Kapolsek Pekat IPTU Agustamin, SH menjelaskan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Pengamanan ini kami lakukan agar kegiatan adat berjalan dengan lancar dan situasi keamanan tetap kondusif. Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan tradisi,” ujar Kapolsek.
Pengamanan berakhir sekitar pukul 17.30 WITA dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…