Berita

Polres Lombok Utara Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II Tahun 2025

×

Polres Lombok Utara Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II Tahun 2025

Share this article

Lombok Utara – Polres Lombok Utara melaksanakan kegiatan Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II Tahun 2025 yang di ikuti oleh Seluruh personil Polres Lombok Utara yang bertempat di Lapangan Mapolres Lombok Utara pada, Kamis, 31/7/2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) sebagai bagian dari upaya pengembangan dan perawatan personel.

Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap semester ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebugaran fisik dan kesiapan personel dalam menjalankan tugas – tugas kepolisian. Selain itu, hasil tes ini juga digunakan sebagai bahan pengisian aplikasi 13 komponen yg digunanakan sbg data dukung penbinaan & pengembangan karir persoinil Polri.

Tes kesamaptaan jasmani mencakup dua item yakni Jasmani A meliputi: lari 12 menit dan Jasmani B meliputi: push-up, sit-up, pull-up, dan shuttle run. Seluruh rangkaian dilakukan secara bertahap dan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan para peserta.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta S.I.K., melalui Kabag SDM Polres Lombok Utara AKP Agus Rachman, S.H., M.I.Kom., menyampaikan kegiatan ini bukan hanya bertujuan sebagai bentuk evaluasi fisik, tetapi juga sebagai sarana menjaga semangat, kedisiplinan, dan kebugaran personel.

Melalui kegiatan kesamaptaan ini, kami berharap seluruh personel Polres Lombok Utara tetap sehat, prima, dan siap menjalankan tugas di lapangan secara optimal, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,

Kegiatan ini juga menjadi salah satu indikator penting dalam pembinaan karier anggota,” ujarnya.

Sebelum kegiatan dimulai, tim dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh peserta, khususnya pengecekan tekanan darah, guna memastikan kesiapan fisik masing-masing personel.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan tetap mengedepankan protokol kesehatan serta keselamatan personel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…