Berita

Menebar Pesan Damai di Hari Jum’at, Kapolsek Pekat Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas

×

Menebar Pesan Damai di Hari Jum’at, Kapolsek Pekat Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas

Share this article

Dalam rangka membangun kedekatan dengan masyarakat dan memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan wilayah, Kapolsek Pekat IPTU Agustamin, S.H melaksanakan kegiatan Jum’at Keliling di Masjid Jamil Darusalam, Dusun Mantika, Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Jumat (18/7/2025).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.15 WITA ini merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis dari jajaran Polsek Pekat dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat melalui momentum ibadah.

Dalam khutbahnya, IPTU Agustamin menyampaikan pesan moral dan kamtibmas kepada para jamaah. Ia mengimbau agar masyarakat tetap menjaga hubungan harmonis antara sesama dan terus menjalin sinergi positif dengan aparat kepolisian demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif, khususnya di Desa Sorinomo dan wilayah Kecamatan Pekat pada umumnya.

“Kehadiran kami di masjid bukan hanya untuk beribadah bersama, tetapi juga sebagai wujud nyata pelayanan dan kepedulian POLRI terhadap ketentraman masyarakat,” ujar IPTU Agustamin sebagaimana disampaikan melalui Kasi Humas Polres Dompu.

Kegiatan berakhir pada pukul 13.00 WITA dengan situasi berjalan aman, tertib dan penuh kekhusyukan.

Program Jum’at Keliling ini merupakan kegiatan rutin yang terus digalakkan oleh Kapolsek Pekat sebagai sarana menjalin komunikasi efektif dengan masyarakat serta memperkuat peran POLRI sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…