Berita

Selesaikan Permasalahan Warga Binaan, Bhabinkamtibmas Desa Belo Lakukan Problem Solving

×

Selesaikan Permasalahan Warga Binaan, Bhabinkamtibmas Desa Belo Lakukan Problem Solving

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di desa binaannya, Bhabinkamtibmas Desa Belo, Briptu Syarifudin, yang merupakan anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Jereweh, Resor Sumbawa Barat, melaksanakan kegiatan problem solving dengan cara memediasi dua warga yang terlibat kesalahpahaman. Mediasi tersebut dilaksanakan di Aula Desa Belo, pada Senin, 2 Juni 2025.

Perselisihan terjadi antara dua warga berinisial MR dan IT, yang keduanya merupakan ibu rumah tangga. Kesalahpahaman muncul dari percakapan sehari-hari yang menimbulkan ketegangan. Berdasarkan laporan dari Ketua RT, Briptu Syarifudin bersama Pemerintah Desa Belo segera mengambil langkah cepat dengan mempertemukan dan memediasi kedua belah pihak agar masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam proses mediasi, meskipun sempat terjadi ketegangan dan ketersinggungan, komunikasi tetap dikedepankan. Berpijak pada rasa saling menghormati dan empati dari petugas terhadap para pihak yang berselisih, akhirnya komunikasi dapat terjalin kembali dengan baik dan penuh rasa kekeluargaan. Kedua belah pihak pun sepakat untuk berdamai dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa. Mereka juga berkomitmen untuk merajut kembali hubungan kekeluargaan, menjaga keharmonisan, dan saling menghormati di lingkungan masyarakat.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H., menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan humanis yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas bersama Pemerintah Desa Belo dalam menyelesaikan permasalahan warga.

“Kegiatan problem solving yang dilakukan Bhabinkamtibmas ini merupakan tugas pokok yang harus mampu dijalankan, dengan bekerja sama bersama tiga pilar desa dalam menyelesaikan permasalahan sejak dini, agar tidak berkembang menjadi potensi gangguan kamtibmas yang lebih besar,” ujar AKP Zainal.

Kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar, serta mendapat dukungan positif dari masyarakat. “Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan menjadi mitra dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di lingkungan desa maupun kelurahan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…