Berita

Bhabinkamtibmas Desa Bukit Damai Dampingi Warga Manfaatkan Lahan untuk Pangan Bergizi

×

Bhabinkamtibmas Desa Bukit Damai Dampingi Warga Manfaatkan Lahan untuk Pangan Bergizi

Share this article

Sumbawa Barat, NTB — Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, melaksanakan pendampingan kepada warga desa dalam pemanfaatan lahan untuk menanam sayuran bergizi.

Kegiatan berlangsung pada hari Senin, 2 Juni 2025 pukul 13.56 WITA. Bhabinkamtibmas hadir langsung di lokasi penanaman sayuran untuk mengecek dan mengawasi kegiatan warga sekaligus memberikan dorongan agar tetap konsisten dalam upaya ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri, khususnya Bhabinkamtibmas, dalam mendukung program pemerintah dalam bidang pangan.

“Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas adalah bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat. Kami mendukung penuh inisiatif pemanfaatan lahan untuk pangan bergizi demi terwujudnya swasembada pangan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat,” ujar Kasi Humas.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya dalam menjaga ketahanan pangan serta memperkuat hubungan sinergis antara Polri dan warga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…