Berita

Bhabinkamtibmas Hadiri Pelepasan Siswa SDN Seran, Wujud Kedekatan Polri dengan Dunia Pendidikan

×

Bhabinkamtibmas Hadiri Pelepasan Siswa SDN Seran, Wujud Kedekatan Polri dengan Dunia Pendidikan

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai kegiatan pelepasan siswa kelas 6 SDN Seran, Desa Seran, Kecamatan Seteluk, yang digelar di halaman sekolah pada Senin (2/6/2025). Turut hadir dalam momen istimewa ini Bhabinkamtibmas Desa Seran, Brigpol Ghaosil Rahman, sebagai bentuk dukungan dan perhatian Polri terhadap dunia pendidikan.

Kehadiran anggota Polsek Seteluk ini bukan hanya sebagai simbol representasi negara, melainkan juga untuk memberikan rasa aman dan semangat bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kapolsek Seteluk, AKP Siswoyo, S.H., menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif personel kepolisian dalam kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan.

“Kehadiran anggota kami di kegiatan sekolah merupakan bentuk dukungan moral dan semangat bagi siswa-siswi yang baru saja menyelesaikan pendidikan dasar. Ini juga bagian dari upaya membangun hubungan emosional yang positif antara Polri, pelajar, dan tenaga pendidik,” ujar AKP Siswoyo.

Pelepasan siswa SDN Seran ini menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya bagi orang tua dan guru, tetapi juga aparat keamanan sebagai bagian dari pembinaan masyarakat.

AKP Siswoyo menambahkan bahwa kegiatan seperti ini mencerminkan kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Melalui kehadiran dalam berbagai kegiatan sosial, kepolisian berharap dapat mempererat silaturahmi dan menciptakan iklim kamtibmas yang kondusif serta harmonis.

“Kami percaya, dengan menjalin kebersamaan dan komunikasi yang baik dengan semua elemen masyarakat, stabilitas keamanan dapat terjaga dengan lebih baik,” pungkasnya.

Acara pelepasan tersebut berlangsung meriah, tertib, dan aman, menandai langkah awal para siswa kelas 6 untuk melanjutkan perjalanan pendidikan mereka dengan semangat baru dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…