Berita

Satlantas Polres Bima Kota Laksanakan Rawan Pagi, Ciptakan Rasa Aman dan Lancarkan Arus Lalu Lintas

×

Satlantas Polres Bima Kota Laksanakan Rawan Pagi, Ciptakan Rasa Aman dan Lancarkan Arus Lalu Lintas

Share this article

Bima Kota, NTB (22 Mei 2025) – Dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Rawan Pagi pada Kamis (22/5/2025) mulai pukul 07.00 WITA.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di titik-titik rawan kemacetan dan persimpangan jalan utama di wilayah hukum Polres Bima Kota. Para personel Satlantas disebar untuk mengatur arus lalu lintas, membantu penyeberangan anak sekolah, serta memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si melalui Kasat Lantas Iptu Bambang Tedy S., S.H., M.I.Kom menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat di pagi hari, saat aktivitas masyarakat mulai meningkat.

“Rawan Pagi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengguna jalan serta mendukung kelancaran lalu lintas di jam-jam sibuk. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya pelajar dan pekerja, bisa sampai ke tujuan dengan selamat,” ungkap Iptu Bambang Tedy.

Kegiatan ini juga sebagai langkah preventif untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas serta sebagai bagian dari edukasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat.

Satlantas Polres Bima Kota terus mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm bagi pengendara roda dua, dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara.

Dengan kegiatan rutin seperti Rawan Pagi ini, diharapkan situasi Kamseltibcarlantas di wilayah Bima Kota semakin kondusif dan masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…