Berita

Membangun Generasi Anti-Narkoba: Sosialisasi Polres Lombok Barat di MA dan MTs

×

Membangun Generasi Anti-Narkoba: Sosialisasi Polres Lombok Barat di MA dan MTs

Share this article
Kenakalan Remaja Jadi Fokus Sosialisasi Polres Lombok Barat di Aik Ampat

Gerung, Lombok Barat – Kepolisian Resor Lombok Barat, Polda NTB, terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi para siswa.

Hari ini, Selasa (20/05/2025), Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan mengenai kenakalan remaja dan bullying di kalangan pelajar Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) AL MAHMUD AL ISLAMI Aik Ampat, Gerung.

Kegiatan yang berlangsung di aula pondok pesantren tersebut dimulai pada pukul 10.04 WITA dan diikuti oleh sejumlah besar siswa MA dan MTs Al Mahmud Al Islami Aik Ampat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Binmas Polres Lombok Barat, Iptu Muh. Mahrip, dalam kegiatan ini memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya narkoba dan bullying.

Dalam penyampaiannya, Iptu Muh. Mahrip menekankan pentingnya peran siswa dalam mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Menjelaskan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh tindakan bullying, baik bagi korban maupun pelaku.

Selain itu, sosialisasi juga menyasar bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Membangun Generasi Muda yang Berkarakter dan Anti-Bullying

Lebih lanjut, Iptu Muh. Mahrip mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap, setelah mengikuti sosialisasi ini, para siswa dapat lebih memahami betapa berbahayanya bullying dan narkoba. Jadilah pelopor dalam menciptakan lingkungan yang ramah, saling menghargai, dan menjauhi segala bentuk kenakalan remaja,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sinergi Polri dan Pihak Sekolah dalam Menciptakan Lingkungan Aman

Kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud sinergi antara pihak kepolisian dan lembaga pendidikan dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi proses belajar mengajar.

Selain Kasat Binmas, kegiatan ini juga melibatkan Kanit Bintibsos Ipda Rusdin dan Bripka Alimudin.

Kehadiran para anggota kepolisian ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan mendekatkan diri dengan para siswa.

Respon Positif dari Pihak Sekolah dan Siswa

Pihak sekolah menyambut baik inisiatif dari Polres Lombok Barat ini. Mereka berharap kegiatan sosialisasi dan penyuluhan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk membekali para siswa dengan pengetahuan dan pemahaman yang benar mengenai bahaya kenakalan remaja dan bullying.

Para siswa pun tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Beberapa di antara mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

Mereka menyadari pentingnya memiliki pemahaman yang baik tentang isu-isu tersebut agar dapat terhindar dari perilaku negatif dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini, diharapkan para siswa MA dan MTs Al Mahmud Al Islami Aik Ampat dapat menjadi generasi muda yang berkarakter, memiliki kesadaran hukum yang tinggi, serta mampu menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying dan narkoba.

Upaya preventif seperti ini menjadi langkah penting dalam menjaga masa depan generasi penerus bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…