Berita

Patroli KRYD Polsek Kediri, Antisipasi Kejahatan Malam Hari

×

Patroli KRYD Polsek Kediri, Antisipasi Kejahatan Malam Hari

Share this article
KRYD Polsek Kediri: Cegah 3C dan Bangun Kepercayaan Masyarakat

Lombok Barat, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kediri, terus meningkatkan kegiatan patroli malam sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Langkah ini disambut baik oleh warga, yang merasa lebih aman dan nyaman dengan kehadiran polisi di tengah-tengah mereka.

Pada Senin malam (19/5/2025), personel Polsek Kediri melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan fokus pada monitoring situasi Kamtibmas dan dialog interaktif dengan masyarakat.

Patroli ini menyasar Jalan Wisata Dusun Lelede Dasan, Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Tim patroli Polsek Kediri, bergerak menyisir kawasan tersebut. Selain berpatroli di lingkungan perumahan padat penduduk dan toko-toko yang masih beroperasi hingga larut malam.

Petugas juga menyempatkan diri berdialog dengan para pemilik usaha, termasuk pemilik usaha penjualan kambing yang berada di sepanjang Jalan Wisata Lelede.

Dialog Interaktif Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Dalam sela-sela patroli, personel Polsek Kediri aktif berinteraksi dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menyampaikan imbauan terkait keamanan, tetapi juga mendengarkan saran dan masukan dari warga, pemuda, serta tokoh masyarakat Dusun Lelede Dasan.

Hal ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang baik dan meningkatkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga Kamtibmas.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Kediri, AKP Jahyadi Sibawaih, S.H., dalam keterangan tertulisnya, menegaskan komitmen Polsek Kediri untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat guna menciptakan rasa aman.

“Kegiatan patroli KRYD ini merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas, terutama kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Jahyadi Sibawaih menekankan pentingnya dialog dengan masyarakat.

“Melalui dialog, kami dapat bertukar informasi, menerima masukan, dan membangun kepercayaan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan mencegah potensi terjadinya gangguan Kamtibmas,” tambahnya.

Himbauan Keamanan untuk Pemilik Usaha dan Ternak

Dalam kesempatan patroli tersebut, personel Polsek Kediri juga menyampaikan himbauan khusus kepada para pemilik usaha dan peternak kambing yang beraktivitas di malam hari di sepanjang Jalan Wisata Desa Lelede.

Mereka diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan terhadap hewan ternak maupun barang berharga lainnya guna mencegah terjadinya tindak pidana atau hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau kepada para pemilik usaha dan peternak untuk lebih berhati-hati, terutama di malam hari. Pastikan keamanan lingkungan sekitar ditingkatkan untuk mencegah terjadinya pencurian atau gangguan keamanan lainnya,” tuturnya.

Respon Positif dari Masyarakat

Upaya kepolisian Polsek Kediri dalam meningkatkan patroli dan berdialog dengan masyarakat mendapatkan respon positif. Seorang warga Dusun Lelede Dasan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan rutin yang dilakukan oleh Polsek Kediri.

“Kami merasa lebih tenang dan aman dengan adanya patroli polisi di malam hari. Petugas juga ramah dan mau mendengarkan keluhan kami. Semoga kegiatan seperti ini terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Polsek Kediri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, dan menindak segala bentuk potensi gangguan keamanan demi kenyamanan seluruh warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…