Berita

Upaya Polsek Sekotong Mencegah Kriminalitas dengan Patroli Rutin pada Jam Rawan

×

Upaya Polsek Sekotong Mencegah Kriminalitas dengan Patroli Rutin pada Jam Rawan

Share this article
Upaya Polsek Sekotong Mencegah Kriminalitas dengan Patroli Rutin pada Jam Rawan

Sekotong, Lombok Barat – Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, terus meningkatkan kegiatan patroli rutin di wilayah hukumnya, terutama pada jam-jam rawan.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah tindak kriminalitas, khususnya pencurian hewan ternak.

Sehingga memberikan rasa aman dan nyaman kepada Masyarakat khususnya peternak menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah yang semakin dekat.

Patroli yang dilaksanakan pada Selasa dini hari (6/5/2025), mulai pukul 01.35 WITA hingga selesai, menyasar Dusun Pandanan, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Sasaran utama patroli kali ini adalah kandang-kandang komunal tempat warga menyimpan hewan ternak sapi mereka.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah proaktif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Terutama dalam mengantisipasi potensi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta gangguan Kamtibmas lainnya.

“Kami intensifkan patroli pada jam-jam rawan, terutama menjelang Idul Adha, di mana biasanya aktivitas masyarakat meningkat dan potensi kerawanan juga bisa meningkat,” ujar Iptu I Ketut Suriarta. “Fokus kami kali ini adalah menyambangi kandang-kandang ternak milik warga untuk memberikan rasa aman dan mencegah terjadinya pencurian hewan ternak.”

Himbauan Kamtibmas dan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

Dalam kegiatan patroli tersebut, personel Polsek Sekotong tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada warga masyarakat.

Dengan pendekatan yang tegas namun humanis, petugas kepolisian mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar dan berhati-hati terhadap potensi tindak kriminalitas.

Selain itu, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu, polisi juga mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sinergi antara masyarakat dan aparat kepolisian juga ditekankan untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Jika ada hal-hal yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian,” imbuh Iptu I Ketut Suriarta.

Apresiasi Masyarakat dan Situasi Kondusif

Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat, terutama pada jam-jam rawan, mendapatkan apresiasi positif dari warga.

Mereka merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya patroli rutin yang dilakukan oleh Polsek Sekotong.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Polisi yang sudah rutin patroli di wilayah kami. Dengan adanya patroli ini, kami merasa lebih tenang, terutama menjelang Idul Adha ini,” ungkap salah seorang warga Dusun Pandanan yang enggan disebutkan namanya.

Hasil dari kegiatan patroli yang dilaksanakan menunjukkan bahwa kehadiran anggota kepolisian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman.

Masyarakat pun memberikan respons positif dan mengapresiasi upaya kepolisian dalam memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan oleh Polsek Sekotong berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.

Langkah ini diharapkan dapat terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Sekotong, terutama menjelang perayaan Idul Adha 1446 H.

Kepolisian akan terus hadir dan berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…