Berita

Menyambut Hari Buruh, Direktorat Intelkam Polda NTB bersama Polsek Bayan Bagikan Bansos

×

Menyambut Hari Buruh, Direktorat Intelkam Polda NTB bersama Polsek Bayan Bagikan Bansos

Share this article

Lombok Utara – Dalam rangka peringatan hari Buruh Internasional, Direktorat Intelkam Polda NTB bersama dengan Polsek Bayan, berikan Bantuan Sosial (Bansos) kepada pelaku wisata di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kamis (1/5).

Kegiatan yang bertemakan “Mari Jaga Keamanan dan Kenyamanan untuk memajukan wisata Rinjani menuju Indonesia Emas 2045” diadakan oleh Sub Direktorat 5, Dit Intelkam Polda NTB dan didampingi oleh Kapolsek Bayan Iptu I Wayan Ciptanaya, S.H., M.I.Kom., dan membagikan 30 Bingkisan kepada pelaku usaha / Tracking Organizer.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kapolsek Bayan Iptu I Wayan Ciptanaya, S.H., M.I.Kom., menyampaikan bahwa “Kegiatan ini merupakan kegiatan dari Direktorat Intelkam Polda NTB dan kami selaku pemangku wilayah mendampingi rombongan dari Dit Intelkam Polda NTB”. Ucap Kapolsek.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut hari Buruh Internasional yang tepat jatuh pada 1 Mei 2025 dan dari Direktorat Intelkam Polda NTB membagikan sejumlah Bingkisan serta Sejumlah Door prize untuk memeriahkan acara”.

Dilain kesempatan lain pada sambutannya Ketua Asosiasi Tracking Organizer Senaru (ATOS) Munawir, S.Sos., menyambut baik dengan adanya kegiatan ini di Desa Senaru yang dilaksanakan oleh Direktorat Intelkam Polda NTB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…