Berita

Pelaku Penganiayaan Terhadap Seorang Pria di Lape Berhasil Diamankan Oleh Pihak Kepolisian

×

Pelaku Penganiayaan Terhadap Seorang Pria di Lape Berhasil Diamankan Oleh Pihak Kepolisian

Share this article

Sumbawa Besar–NTB, Anggota Polsek Lape kembali menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta berhasil melakukan penangkapan pelaku penganiayaan berinisial DIN als DOREN terhadap seorang pria berinisial CAN di desa Lape, Kec. Lape. Kab. Sumbawa pada hari Jum’at (02/05/2025) sekitar pukul 00.40 Wita.

Kapolres Sumbawa AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Lape Iptu Sumarlin, S.H., mengungkapkan bahwa “Benar adanya telah terjadi tindakan penganiayaan terhadap seorang pria berinisial CAN (korban), pihak pelapor/korban ini melakukan pengaduan ke piket jaga Polsek Lape bahwa ia mengalami tindakan penganiayaan yang terjadi pada hari Kamis (01/05/2025) sekitar pukul 22.30 Wita.” ucap Kapolsek.

Kejadian ini bertempat di gelondong emas di halaman depan rumah pelapor/korban yang dilakukan oleh seorang pria berinisial DIN als DOREN dengan cara memukul korban menggunakan kayu hitam sepanjang sekitar 60 cm sebanyak dua kali mengenai kepala bagian atas dan samping sebelah kanan serta mengenai bahu sebelah kiri.

Berawal pada hari Kamis (01/05/2025) sekitar pukul 22.30 Wita saat korban menaruh ember bak dan posisi jongkok hendak menuang isi gelondong ke dalam ember bak tiba tiba dari belakang ada orang yang memukul kepala korban sebanyak satu kali, kemudian korban berdiri dan menengok ke kanan melihat ternyata yang memukul korban berada dibelakang korban yaitu sdr DIN als DOREN dengan tangan kanan memegang kayu besar dan memukul korban sekali lagi di bagian bahu sebelah kiri.

Setelah kejadian itu korban tersebut langsung melarikan diri dan dibawa oleh warga menuju ke Polsek Lape guna melaporkan kejadian penganiayaan tersebut agar di proses sesuai hukum yang berlaku, “Akibat dari kejadian itu korban mengalami luka robek di kepala bagian atas dan samping kanan serta memar di bahu sebelah kiri, selanjutnya korban dibawa ke puskesmas Lape untuk ditangani lebih lanjut.” ujar Kapolsek. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…