Berita

Polsek Hu’u Lakukan Pemantauan Panen Jagung sebagai Bagian dari Program Ketahanan Pangan Nasional

×

Polsek Hu’u Lakukan Pemantauan Panen Jagung sebagai Bagian dari Program Ketahanan Pangan Nasional

Share this article

Pada Sabtu, 12 April 2025, Bhabinkamtibmas Desa Hu’u, AIPDA M. Husnin, melaksanakan kegiatan pemantauan terhadap warga binaan yang sedang menjemur jagung milik Saudara Jainudin. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Nasional dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Cangga, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai. AIPDA M. Husnin memantau secara langsung proses panen jagung milik warga, yang diharapkan dapat berkontribusi pada ketahanan pangan di tingkat lokal.

Rincian Kegiatan:
Luas Lahan: 2 Hektar
Hasil Panen: 29 Ton (Kering)
Pembeli: Ruslan

Harga Jual: Rp 4.400 per Kg (Jagung Kering)
Lokasi: Dusun Cangga, Desa Hu’u
Pemilik: Jainudin

Dalam kegiatan ini, AIPDA M. Husnin tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang melakukan aktivitas panen dan pengeringan jagung. Kehadiran polisi di tengah-tengah kegiatan masyarakat ini menjadi bentuk pengawasan sekaligus memberikan jaminan ketertiban dalam pelaksanaan kegiatan pertanian.

Bhabinkamtibmas AIPDA M. Husnin menjelaskan bahwa tujuan pemantauan ini adalah untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan, serta dapat mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi fokus pemerintah.

“Dengan adanya pemantauan ini, masyarakat merasa lebih aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas mereka. Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan lancar, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar AIPDA M. Husnin.

Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah, serta menunjukkan komitmen Polsek Hu’u untuk terus menjaga ketertiban dan memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…