Berita

Polsek Dompu Jalin Silaturahmi dengan Ojek Pangkalan Cabang Kodim dalam Kegiatan Halal Bihalal

×

Polsek Dompu Jalin Silaturahmi dengan Ojek Pangkalan Cabang Kodim dalam Kegiatan Halal Bihalal

Share this article

Dalam rangka mempererat hubungan dan membangun sinergi dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas (BKTM) Kelurahan Dorotangga, Bripka Mazhab Dedi I, melaksanakan kegiatan sambang warga sekaligus halal bihalal dengan komunitas ojek pangkalan cabang Kodim, pada Sabtu (12/4/2025) pukul 10.00 WITA di Lingkungan Jado, Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ikatan tali silaturahmi antara aparat kepolisian dengan warga masyarakat, khususnya para pengemudi ojek pangkalan yang menjadi mitra Polsek Dompu dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Bripka Mazhab Dedi I, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa melalui kegiatan silaturahmi seperti ini, pihaknya berharap dapat lebih mendekatkan diri dengan warga, sekaligus membahas berbagai isu dan tantangan yang dihadapi oleh pengemudi ojek pangkalan dalam menjalankan profesinya sehari-hari.

“Kegiatan halal bihalal ini juga menjadi momen untuk saling maaf-memaafkan, terutama setelah bulan Ramadan. Selain itu, kami ingin mendengar langsung dari warga, khususnya pengemudi ojek, mengenai peran serta mereka dalam menjaga ketertiban dan membantu menciptakan situasi yang aman dan nyaman di lingkungan,” ujar Bripka Mazhab Dedi I.

Kegiatan tersebut berjalan lancar dan penuh keakraban. Selain membahas masalah keamanan, pertemuan ini juga membahas potensi kerja sama lebih lanjut antara Polsek Dompu dan komunitas ojek pangkalan dalam mendukung program-program sosial dan pembangunan di wilayah tersebut.

Harapannya, kegiatan seperti ini akan terus berlanjut guna mempererat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…