Berita

Polsek Kilo Gelar Patroli dan Pengamanan Shalat Tarawih, Warga Merasa Aman dan Nyaman

×

Polsek Kilo Gelar Patroli dan Pengamanan Shalat Tarawih, Warga Merasa Aman dan Nyaman

Share this article

Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan, jajaran Polsek Kilo melaksanakan patroli dan pengamanan pelaksanaan shalat tarawih di berbagai masjid yang berada di wilayah Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, pada Kamis, 20 Maret 2025, mulai pukul 19.20 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini dipimpin oleh Piket SPKT 3 yang terdiri dari BRIPKA SAFRIN, AIPDA M. NURSALAM, AIPDA I PUTU ADI, dan AIPDA RADEN I.P. Patroli dimulai dengan pengamanan di Masjid Arrahman, Desa Malaju, kemudian berlanjut ke Masjid Al Falaq, Desa Kramat, di mana petugas turut memberikan imbauan kepada anak-anak muda agar tidak menyalakan petasan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

Selanjutnya, patroli bergerak ke Masjid Al Mujahidin, Desa Malaju, dengan fokus pengamanan shalat tarawih serta mengajak para pemuda untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah. Terakhir, patroli menyambangi Masjid Sulaiman, Desa Kramat, di mana petugas kembali memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya anak muda, agar tidak melakukan aksi balap liar serta tidak menggunakan knalpot brong yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan.

Dengan adanya patroli ini, masyarakat mengaku merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah. Selain itu, potensi gangguan keamanan seperti penggunaan petasan dan knalpot brong dapat diminimalisir. Hingga akhir kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Kilo tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

Polsek Kilo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengamanan dan patroli guna memastikan umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan penuh kekhusyukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…