Berita

Kapolres Bima Kota dan Polisi Cilik TK Kemala Bhayangkari Meriahkan Ramadhan dengan Berbagi Takjil

×

Kapolres Bima Kota dan Polisi Cilik TK Kemala Bhayangkari Meriahkan Ramadhan dengan Berbagi Takjil

Share this article

Kota Bima, NTB (20 Maret 2025) – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., bersama Wakapolres Kompol Herman, S.H., serta Pejabat Utama (PJU) Polres Bima Kota menggelar kegiatan pembagian takjil di depan Kantor Wali Kota Bima pada Kamis (20/3/2025).

Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Polisi Cilik dari TK Kemala Bhayangkari 06 Cabang Bima Kota, yang turut serta membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas. Didampingi oleh Bhayangkari Cabang Bima Kota, para siswa terlihat antusias dan penuh semangat saat berinteraksi dengan masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Bima Kota dalam menyambut bulan Ramadhan dengan berbagi kepada masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan kebersamaan dan kepedulian, terutama bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” ujar Kapolres Bima Kota.

Masyarakat yang menerima takjil mengapresiasi kegiatan ini, karena selain mendapatkan makanan berbuka puasa, mereka juga merasakan kedekatan dan perhatian dari jajaran kepolisian.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kebersamaan semakin tumbuh di tengah masyarakat, terutama dalam menyambut bulan penuh berkah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…