Berita

Melalui P2L Polres Loteng Siap Kolaborasi Dengan Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan

×

Melalui P2L Polres Loteng Siap Kolaborasi Dengan Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan

Share this article

Lombok Tengah, (NTB) – Melalui Program Perkarangan Pangan Lestari (P2L), Kepolisian Resor Lombok Tengah siap berkolaborasi bersama masyarakat mewujudkan ketahanan pangan di Lombok Tengah.

Seperti yang dilakukan anggota Polsek Janapria menggalakkan Program Pangan Lestari (P2L) kepada masyarakat untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan pendapatan rumah tangga.

“Pentingnya sinergi antara Polri dan Masyarakat melalui Program Perkarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan langkah kongkrit untuk wujudkan ketahanan pangan,” kata Kapolres Lombok Tengah melalui Kabag SDM Polres Lombok Tengah, di Praya, Jumat (21/).

Maskur menerangkan, bahwa tugas Kepolisian dalam hal ini Polres Lombok Tengah hanya mendampingi masyarakat sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan inovasi dibidang pertanian, khususnya dalan program Perkarangan Perkarangan Lestari (P2L) guna meningkatkan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat.

“Harapan kami melalui kegiatan ini, dapat mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan tidur atau lahan sempit untuk menghasilkan pangan yang bernilai gizi,” jelasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…