Berita

Polres Lombok Tengah Tingkatkan Patroli ke Pusat Perbelanjaan Cegah Aksi Kriminalitas

×

Polres Lombok Tengah Tingkatkan Patroli ke Pusat Perbelanjaan Cegah Aksi Kriminalitas

Share this article

Lombok Tengah (NTB) – Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah gencar melakukan patroli di sejumlah pusat perbelanjaan pada malam hari. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah IPTU L. Brata Kusnadi, menyatakan bahwa patroli ini dilakukan secara rutin dan melibatkan personel dari berbagai satuan, termasuk Satuan Sabhara dan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim). “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat berbelanja dan beraktivitas dengan aman tanpa adanya gangguan dari pelaku kriminal,” ujarnya.

Selain melakukan patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada pemilik toko dan pengunjung agar selalu waspada terhadap potensi kejahatan, seperti pencurian dan penipuan. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Polres Lombok Tengah juga berkoordinasi dengan pihak pengelola pusat perbelanjaan untuk meningkatkan sistem keamanan, termasuk pemasangan CCTV dan pengawasan lebih ketat di area parkir. Dengan langkah ini, diharapkan dapat mencegah aksi kriminalitas serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi masyarakat.

Masyarakat diharapkan mendukung upaya kepolisian dengan tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti anjuran keamanan yang diberikan. Polres Lombok Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan keamanan demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…