Berita

Bhabinkamtibmas Kelurahan Potu Pantau Lahan Pekarangan Klengkeng Warga

×

Bhabinkamtibmas Kelurahan Potu Pantau Lahan Pekarangan Klengkeng Warga

Share this article

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045, Bhabinkamtibmas (BKTM) Kelurahan Potu, AIPDA Suyandi Permata, melakukan pemantauan lahan pekarangan milik Bapak SDHSE yang ditanami pohon klengkeng, Rabu (19/2/2025). Kegiatan ini berlangsung di Lingkungan Magenda, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Dalam pemantauan tersebut, AIPDA Suyandi Permata memberikan motivasi dan dorongan kepada pemilik lahan untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan pekarangan yang tersedia. Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) apabila mengalami kendala teknis atau kesulitan dalam memperoleh sarana dan prasarana pertanian.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan lahan yang ada agar dapat meningkatkan hasil pertanian dan ekonomi keluarga,” ujar AIPDA Suyandi Permata.

Selain sebagai upaya mendukung ketahanan pangan, penanaman pohon klengkeng juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi warga sekitar.

Kapolsek Dompu, IPDA Ade Helmi, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari peran kepolisian dalam membantu masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian.

“Dengan adanya sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Dompu semakin meningkat. Kami juga mendorong warga untuk aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian agar dapat memperoleh hasil panen yang maksimal,” ujar IPDA Ade Helmi, SH.

Kegiatan pemantauan lahan ini berlangsung dengan aman dan lancar, serta mendapat respons positif dari warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…