Berita

Bhabinkamtibmas Desa Beringin Jaya Pantau Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan Nasional

×

Bhabinkamtibmas Desa Beringin Jaya Pantau Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan Nasional

Share this article

Dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2024, Bhabinkamtibmas Desa Beringin Jaya, Polsek Pekat, Brigpol M. Junaidi, melakukan pemantauan lahan jagung milik warga setempat pada Rabu (19/2/2025) siang.

Pemantauan ini berlangsung di Dusun Karang Anyar, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Lahan tersebut milik Mamik Yul, yang telah menanam jagung sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut.

Menurut Brigpol M. Junaidi, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa lahan pertanian warga dikelola dengan baik dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan warga setempat untuk memberikan motivasi serta mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan.

“Kami hadir tidak hanya untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan lancar, tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Brigpol M. Junaidi di sela kegiatan.

Masyarakat menyambut baik kehadiran kepolisian dalam program ini. Mereka berharap dukungan dari berbagai pihak terus berlanjut, sehingga pertanian di wilayah tersebut dapat berkembang lebih baik dan berkontribusi bagi perekonomian lokal.

Kegiatan pemantauan ini berjalan dengan aman dan lancar, mencerminkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga kondusifitas wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…