Berita

Polsek Seteluk Intensifkan Patroli Dialogis, Wujudkan Keamanan dan Kesadaran Masyarakat

×

Polsek Seteluk Intensifkan Patroli Dialogis, Wujudkan Keamanan dan Kesadaran Masyarakat

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Seteluk, Polres Sumbawa Barat, terus meningkatkan patroli dialogis sebagai pendekatan preventif yang efektif. Pada Kamis (9/1/2025), anggota piket jaga SPKT III Polsek Seteluk kembali turun ke lapangan untuk berdialog langsung dengan masyarakat, menyampaikan edukasi, sosialisasi, dan himbauan Kamtibmas.

Patroli ini menyasar berbagai titik strategis di wilayah hukum Polsek Seteluk, dengan fokus utama pada kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi banjir dan bencana alam lainnya agar dapat mengantisipasi dampak yang merugikan.

Selain itu, patroli dialogis juga menjadi wadah sosialisasi terkait bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap modus perekrutan tenaga kerja ilegal yang dapat berujung pada penelantaran atau eksploitasi pekerja.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K, melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H, menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di masyarakat.

“Polres Sumbawa Barat melalui Unit Patroli samapta maupun Polsek jajaran terus berupaya menciptakan dan mempertahankan situasi Kamtibmas yang kondusif. Selain kegiatan rutin yang digelar malam hari, patroli dialogis ini juga kami masifkan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar Kasi Humas.

Patroli ini bukan hanya sekadar pengawasan, tetapi juga bentuk pendekatan humanis yang membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan masyarakat lebih proaktif dalam menjaga keamanan serta melaporkan segala potensi gangguan Kamtibmas di lingkungan mereka.

Polisi berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta memastikan informasi penting tersampaikan dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…