Berita

Polri Dukung Ketahanan Pangan: BKTM Desa Lepadi Lakukan Monitoring Lahan Kebun Jagung Warga

×

Polri Dukung Ketahanan Pangan: BKTM Desa Lepadi Lakukan Monitoring Lahan Kebun Jagung Warga

Share this article

Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas, Bhabinkamtibmas Desa Lepadi, Bripka Abdul Haris, melaksanakan kegiatan pengecekan dan monitoring lahan kebun jagung milik Ahmad Yusuf, salah satu warga binaannya. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (9/1) mulai pukul 09.00 WITA di Dusun Pajo Permai, Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu.

Lahan kebun jagung milik Ahmad Yusuf digunakan untuk mendukung upaya nasional dalam memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Dalam kunjungannya, Bripka Abdul Haris memberikan apresiasi atas inisiatif warga dalam memanfaatkan lahan dengan menanam jagung sebagai salah satu komoditas strategis yang mendukung program pemerintah.

“Pengelolaan lahan seperti ini adalah langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan. Kami dari Polri akan terus memberikan pendampingan dan motivasi agar masyarakat semakin aktif memanfaatkan lahan produktif,” kata Bripka Abdul Haris.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas rutin Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung program nasional. Selain memantau kondisi lahan, Bripka Abdul Haris juga berdialog dengan Ahmad Yusuf terkait kendala dan potensi yang dihadapi dalam mengelola kebun jagungnya.

Kapolsek Pajo, Ipda Gunawan Husnijaya, SH, melalui Kasi Humas Polres Dompu, Iptu Zuharis, SH, menyampaikan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan di bidang pertanian.

“Kami berharap masyarakat terus memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki. Dengan kolaborasi yang baik antara Polri dan masyarakat, target ketahanan pangan nasional dapat tercapai dengan maksimal,” ujar Iptu Zuharis.

Bripka Abdul Haris juga mengimbau kepada warga binaan lainnya untuk mengikuti langkah yang dilakukan oleh Ahmad Yusuf. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, masyarakat tidak hanya dapat mendukung program nasional tetapi juga meningkatkan perekonomian keluarga.

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan teknis agar upaya ini berjalan lancar. Keberhasilan warga seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Program Ketahanan Pangan Nasional merupakan salah satu langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. Dengan adanya upaya ini, diharapkan masyarakat dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan serta meningkatkan kesejahteraan.

“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan. Tugas kami tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan kesejahteraan melalui program pemerintah yang kami dukung penuh,” pungkas Bripka Abdul Haris.

Kegiatan pengecekan lahan ini berlangsung lancar dan mendapat apresiasi dari warga. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah Kecamatan Pajo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…