Berita

Mencegah Bullying dan Narkoba: Polsek Sekotong Hadirkan Edukasi di SMPN 2 Sekotong

×

Mencegah Bullying dan Narkoba: Polsek Sekotong Hadirkan Edukasi di SMPN 2 Sekotong

Share this article

Sekotong, Lombok Barat (07 November 2024) – Polsek Sekotong, melalui program inovatif “Polsek Sekotong Menyapa Sekolah”, kembali menggelar kegiatan yang melibatkan siswa, tenaga pendidik, dan kepala sekolah di SMPN 2 Sekotong, Dusun Pelangan Barat, Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan yang digelar pada Kamis, 07 November 2024, dimulai pukul 09.00 WITA ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan.

Tujuan dan Sasaran Kegiatan

Program ini dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Sekotong, IPDA Samsul Hadi, dan Kasium Polsek Sekotong, AIPDA Amala. Sasaran dari kegiatan ini adalah kepala sekolah, tenaga pendidik, serta siswa-siswi SMPN 2 Sekotong.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi dan informasi yang bermanfaat bagi para pelajar serta menjalin silaturahmi antara pihak kepolisian dan dunia pendidikan.

Bentuk Kegiatan dan Edukasi yang Diberikan

Kegiatan “Polsek Sekotong Menyapa Sekolah” mencakup sejumlah materi yang penting untuk disampaikan kepada siswa. Beberapa poin yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah:

  1. Mencegah Bullying
    Kanit Samapta Polsek Sekotong dan Kasium Polsek Sekotong memberikan himbauan kepada siswa terkait bahaya bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Bullying bisa berdampak buruk pada kesehatan mental korban, dan kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan siswa agar menciptakan lingkungan yang lebih aman dan positif di sekolah.
  2. Pendidikan tentang Pernikahan Dini
    Dalam kesempatan ini, pihak Polsek juga memberikan edukasi tentang pernikahan dini, yang sering kali memiliki dampak negatif pada kesehatan dan kehidupan sosial para remaja. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa akan pentingnya mempersiapkan diri sebelum menikah, baik dari sisi kesehatan maupun kesiapan mental.
  3. Bahaya Narkoba dan Penyalahgunaan Zat
    Kasium Polsek Sekotong juga menyampaikan materi mengenai bahaya narkoba dan penyalahgunaan zat terlarang. Hal ini penting untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan pelajar tentang dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental.
  4. Kenakalan Remaja dan Dampaknya
    Para siswa diberikan edukasi mengenai kenakalan remaja yang kerap berujung pada tindak pidana. Diharapkan, dengan pemahaman yang lebih baik, para siswa dapat menghindari tindakan yang merugikan masa depan mereka.
  5. Edukasi Tertib Berlalu Lintas
    Salah satu materi yang juga disampaikan adalah tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Siswa diberi pemahaman untuk selalu memakai helm dan perlengkapan keselamatan saat berkendara, guna mengurangi angka kecelakaan di kalangan remaja.
  6. Motivasi Menjadi Anggota Polri
    Selain itu, Polsek Sekotong juga menyosialisasikan peluang bagi siswa yang berminat untuk menjadi anggota Polri. Para siswa yang bercita-cita menjadi bagian dari kepolisian diajak untuk mempersiapkan diri dari sekarang agar bisa memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Respons Positif dari Kepala Sekolah

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari Kepala SMPN 2 Sekotong, Dusun Pelangan Barat, Desa Pelangan. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Polsek Sekotong atas inisiatif yang luar biasa dalam mendekatkan pihak kepolisian dengan dunia pendidikan.

Kepala sekolah juga mengapresiasi adanya kerjasama untuk membangun karakter siswa melalui pendidikan budi pekerti dan etika dalam pergaulan sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih atas program ini, yang tidak hanya mendekatkan kami dengan pihak kepolisian, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi siswa dan para pendidik di sekolah ini,” ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Sekotong.

Dampak Positif Program “Polsek Sekotong Menyapa Sekolah”

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pencegahan perundungan (bullying), kenakalan remaja, dan penurunan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih memahami pentingnya nilai-nilai kehidupan yang baik dan sehat, serta siap menghadapi masa depan dengan bijak dan penuh tanggung jawab.

Selain itu, program ini menjadi sarana yang efektif untuk menjalin kerjasama yang lebih erat antara Polsek Sekotong dengan pihak sekolah dalam membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan “Polsek Sekotong Menyapa Sekolah” ini menjadi contoh nyata dari upaya kepolisian dalam menciptakan hubungan yang lebih baik dengan masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan.

Dengan edukasi yang tepat, Polsek Sekotong berharap dapat terus mendukung perkembangan generasi muda yang lebih baik, terhindar dari perilaku negatif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…