Berita

Nusantara Cooling System, Strategi Polda NTB Menjaga Kondusifitas Menjelang Pilkada 2024

×

Nusantara Cooling System, Strategi Polda NTB Menjaga Kondusifitas Menjelang Pilkada 2024

Share this article

Mataram NTB – Sebagai upaya mensukseskan Pilkada Damai, Direktorat Binmas Polda NTB melaksanakan Nusantara Cooling system di wilayah Desa Dorotangga, Kec. Dompu, Kab. Dompu, Rabu (06/11/2024).

Nusantara cooling system yang dirangkaikan dengan pemberian 100 paket sembako kepada warga masyarakat penerima manfaat ini berlangsung di Aula Kantor Desa Dorotangga yang dihadiri Wadir Binmas Polda NTB AKBP H. Zamroni S.Pd.

Terkait kegiatan Nusantara Cooling System (NCS) tersebut Kabid Humas Polda NTB AKBP Mohammad Kholid S.I.K.,M.M mengatakan Nusantara Cooling System (NCS) ini merupakan upaya kepolisian dalam mendukung terselenggaranya Pilkada serentak 2024 dengan damai.

Dalam Pelaksanaannya, Kabid Humas Polda NTB menjelaskan terkait apa yang disampaikan Wadir Binmas Polda NTB dalam kegiatan NCS tersebut.

Dalam kegiatan yang dihadiri Para tokoh dan masyarakat setempat, Wadir Binmas mengajak masyarakat dan para tokoh agar bersama- sama menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing, serta masyarakat diharapkan agar saling memahami perbedaan yang ada.

“Apa yang disampaikan Wadir Binmas Polda NTB sesuai tema dalam NCS kali ini yaitu “pilihan Kepala Daerah boleh berbeda namun Netralitas TNI / Polri tetap bersatu membangun NTB, “ucapnya.

Dihadapan para tokoh dan masyarakat Wadir Binmas menyatakan komitmennya bahwa Polri akan bersifat Nertal. Bahhwa dalam ugas pengamanan yang dilakukan Polri nantinya benar-benar akan dilakukan secara profesional tanpa memihak kepada salah satu Paslon.

“Kita berharap masyarakat turut serta mendukung Pilkada serentak ini dapat berlangsung sukses, aman dan damai, “pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…