Berita

Bhabinkamtibmas Desa Cempi Jaya Sambangi Petani, Imbau Warga Tidak Gunakan Jaring Kawat Beraliran Listrik

×

Bhabinkamtibmas Desa Cempi Jaya Sambangi Petani, Imbau Warga Tidak Gunakan Jaring Kawat Beraliran Listrik

Share this article

Bhabinkamtibmas Desa Cempi Jaya, Polsek Hu’u, Polres Dompu, Bripka Ismail, melaksanakan kegiatan sambang dan pemantauan lahan pertanian milik warga di So Roi PT Sira, Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas bertatap muka langsung dengan Usman, selaku pemilik lahan jagung, sekaligus memberikan edukasi dan pemahaman terkait pengelolaan serta pemeliharaan tanaman jagung agar dapat menunjang hasil pertanian.

Selain memberikan edukasi pertanian, Bripka Ismail juga menyampaikan imbauan kamtibmas dan keselamatan kepada pemilik lahan agar tidak menggunakan jaring atau kawat yang dialiri listrik sebagai pagar untuk mengamankan lahan pertanian.

Bhabinkamtibmas menjelaskan bahwa penggunaan kawat beraliran listrik sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan pemilik lahan maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Oleh karena itu, warga diimbau menggunakan cara pengamanan lahan yang aman dan tidak membahayakan orang lain.

Kapolsek Hu’u IPTU Ade Helmi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, khususnya para petani.

“Bhabinkamtibmas tidak hanya melaksanakan pemantauan situasi kamtibmas, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Kami mengimbau para petani agar tidak menggunakan kawat atau jaring yang dialiri listrik karena dapat membahayakan keselamatan manusia,” ujar IPTU Ade Helmi.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi kegiatan Bhabinkamtibmas yang aktif melakukan sambang sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan dan upaya pencegahan. Edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran warga agar dalam menjaga lahan pertanian tetap memperhatikan faktor keselamatan dan tidak menggunakan cara yang dapat membahayakan masyarakat,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.

Kegiatan sambang dan pemantauan lahan jagung tersebut berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif.

Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…