Berita

Bhabinkamtibmas Suwangi Timur Sambang Desa, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

×

Bhabinkamtibmas Suwangi Timur Sambang Desa, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Share this article

Lombok Timur – Bhabinkamtibmas Desa Suwangi Timur, Polsek Sakra AIPTU EKO BUDI SANTOSO melaksanakan kegiatan sambang desa sekaligus silaturahmi dengan masyarakat di Dusun Turun Tangis, Desa Suwangi Timur sekitar pukul 11.45 WITA. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Sabtu (8/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga melakukan monitoring ketahanan pangan di wilayah Dusun Turun Tangis. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat mendorong warga untuk terus mendukung program pemerintah, khususnya dalam pemanfaatan lahan dan penguatan ketahanan pangan.

Selain itu, Bhabinkamtibmas menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga juga diminta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi di sekitar serta segera melaporkan apabila terjadi peristiwa menonjol yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.

“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas maupun Babinsa apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas,” ujar Aiptu Eko.

Kegiatan sambang dan silaturahmi tersebut berlangsung aman dan lancar. Melalui kegiatan rutin ini, Polsek Sakra terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Desa Suwangi Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…