Berita

Ungkap Kasus Pencurian Beras, Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Polres Bima Kota Amankan Dua Pelaku

×

Ungkap Kasus Pencurian Beras, Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Polres Bima Kota Amankan Dua Pelaku

Share this article

Kota Bima, NTB (31 Juli 2025) – Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Polres Bima Kota berhasil mengungkap dan mengamankan dua terduga pelaku tindak pidana pencurian beras yang terjadi di wilayah Pasar Lama, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima, pada Senin (28/7/2025) sekitar pukul 01.30 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Rasana’e Barat AKP Suratno menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan korban bernama Sumarni (66), warga Lingkungan Lewirowa, Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, yang kehilangan sejumlah beras dari toko miliknya di Pasar Lama.

“Korban mengetahui tokonya dibobol setelah diberitahukan oleh seorang saksi pada Senin dini hari. Saat dicek, benar bahwa sebagian beras miliknya telah dicuri, dengan total kerugian sekitar Rp7.400.000,” terang Kapolsek.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat langsung bergerak cepat. Pada Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 10.00 WITA, tim melakukan olah TKP, penyelidikan, dan pencarian informasi di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, tim berhasil mengantongi identitas dua terduga pelaku, yakni SY alias Safa (32), warga Lingkungan Bonto, Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima dan YA (26), warga Lingkungan Bara, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima

Tanpa membuang waktu, tim mengamankan YA di kediamannya tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi awal, TA mengakui perbuatannya serta menyebutkan keterlibatan SY dalam aksi pencurian tersebut. Berdasarkan keterangan itu, tim bergerak menuju tempat penyimpanan barang bukti di Kelurahan Tanjung dan berhasil mengamankan dua karung beras seberat total 100 kilogram.

Selanjutnya, tim menuju rumah SY di Kelurahan Kolo, namun pelaku tidak berada di tempat. Tak lama berselang, diperoleh informasi bahwa SY tengah berada di sekitar Pasar Lama. Tim pun bergerak cepat dan berhasil mengamankannya.

“Kedua pelaku telah mengakui semua perbuatannya saat diinterogasi dan dikonfrontir. Barang bukti berupa dua karung beras juga telah diamankan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut,” tambah Kapolsek AKP Suratno.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Piket Reskrim Polsek Rasana’e Barat guna menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Polres Bima Kota menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan menindak tegas setiap bentuk kejahatan demi terciptanya situasi yang kondusif di wilayah hukum Kota Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…