Berita

Warga Temukan Mayat Tak Dikenal di Bukit Lendang Luar, Polisi Lakukan Evakuasi

×

Warga Temukan Mayat Tak Dikenal di Bukit Lendang Luar, Polisi Lakukan Evakuasi

Share this article

 

Lombok Utara — Warga Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di kawasan Bukit Lendang Luar, Selasa (13/10/2026) .

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Sapturi (46), warga Dusun Lendang Luar, yang saat itu sedang berada di kawasan bukit untuk mencari burung.

Kapolres Lombok Utara AKBP AGUS PURWANTA S.I.K, M.A.P Melalui Kapolsek Pemenang AKP Eddy Setiawan H. SH mengatakan, penemuan bermula ketika saksi mencium bau tidak sedap saat berada di atas bukit. Saksi kemudian mencari sumber bau tersebut hingga menemukan sesosok tubuh dalam kondisi telah meninggal dunia.

“Setelah menemukan jasad tersebut, saksi langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal,” kata Eddy.

Menurutnya, korban hingga kini belum diketahui identitasnya. Polisi telah meminta keterangan saksi dan melakukan proses evakuasi terhadap korban ke rumah sakit untuk kepentingan pemeriksaan serta identifikasi lebih lanjut.

“Identitas korban masih dalam proses penyelidikan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi dan penyebab kematiannya,” ujarnya.

Eddy menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan melengkapi administrasi penyidikan terkait penemuan tersebut.

Polsek Pemenang juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera menghubungi kepolisian guna membantu proses identifikasi korban.

“Untuk sementara, kami belum dapat menyimpulkan identitas maupun penyebab kematian korban. Semuanya masih dalam proses pemeriksaan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…