Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Tuban Sambang Warga, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

×

Bhabinkamtibmas Polsek Tuban Sambang Warga, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Share this article

 

Tuban – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Tuban melaksanakan kegiatan sambang dan dialogis bersama warga di kawasan lahan pertanian, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas berinteraksi langsung dengan warga yang berada di area pertanian sekaligus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan dan tanaman pertanian. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat serta mendorong pemanfaatan lahan produktif guna mendukung ketersediaan pangan.

Selain memantau kondisi pertanian, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta lingkungan sekitar lahan pertanian.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol. Sih Harno, S.H., M.H., Kapolresta Tuban Kombes Pol. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., serta Kapolsek Tuban AKP Ciput Abidin, S.H., M.H., yang mengarahkan jajarannya untuk aktif mendukung program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Melalui kegiatan sambang tersebut, diharapkan terjalin komunikasi dan sinergi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan, sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Tuban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…