Berita

Tingkatkan Disiplin dan Keterampilan, Sat Binmas Polres Bima Kota Latih Saka Bhayangkara

×

Tingkatkan Disiplin dan Keterampilan, Sat Binmas Polres Bima Kota Latih Saka Bhayangkara

Share this article

Kota Bima, NTB – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan pembinaan dan pelatihan Saka Bhayangkara sekaligus menyerahkan 10 buah baret kepada anggota Saka Bhayangkara, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 Wita tersebut bertempat di Lapangan Presisi Polres Bima Kota. Kegiatan diikuti oleh anggota Saka Bhayangkara dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan kepramukaan.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Binmas Iptu Agus Supriyanto menjelaskan, personel Sat Binmas memberikan pembinaan dan pelatihan kepada anggota Saka Bhayangkara dengan berbagai materi kepramukaan.

“Dalam kegiatan ini, anggota Saka Bhayangkara diberikan latihan tongkat serta pengenalan dan praktik aksara bendera atau semaphore,” jelas Iptu Agus.

Menurutnya, kegiatan pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kedisiplinan, keterampilan, kekompakan, ketangkasan serta kemampuan anggota Saka Bhayangkara dalam berbagai kegiatan kepramukaan.

Selain itu, pembinaan Saka Bhayangkara diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat serta mampu mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sat Binmas Polres Bima Kota juga menyerahkan sebanyak 10 buah baret kepada anggota Saka Bhayangkara sebagai bagian dari pembinaan dan kelengkapan kegiatan organisasi.

Kasat Binmas berharap anggota Saka Bhayangkara dapat mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat dan disiplin serta menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui pembinaan secara berkelanjutan, kami berharap anggota Saka Bhayangkara mampu menjadi generasi muda yang disiplin, terampil, kompak dan memiliki jiwa sosial yang tinggi,” pungkasnya.

Kegiatan pembinaan dan pelatihan Saka Bhayangkara berlangsung aman, tertib dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…