Berita

Dukung Program Astacita Presiden, Bhabinkamtibmas Polsek Kenduruan Polresta Tuban Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga .

×

Dukung Program Astacita Presiden, Bhabinkamtibmas Polsek Kenduruan Polresta Tuban Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga .

Share this article

.

TUBAN, Kenduruan,– Dalam rangka mendukung program Astacita Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, jajaran Kepolisian terus berkomitmen mendorong dan mendampingi masyarakat dalam bidang pertanian.

Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sokogrenjeng, Polsek Kenduruan Polresta Tuban, Bripda Fajri Zakia Agik Tama, dengan turun langsung ke lapangan untuk mengecek perkembangan tanaman jagung milik warga petani di Desa Sokogrenjeng, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Minggu (13/09/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pendampingan Polri kepada masyarakat, khususnya para petani, sekaligus untuk mengetahui secara langsung perkembangan tanaman jagung yang menjadi salah satu komoditas pendukung ketahanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan kondisi tanaman jagung serta berdialog dengan petani mengenai perkembangan tanaman dan kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

Kapolresta Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr., Opsla, melalui Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Polri melalui jajaran Bhabinkamtibmas akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani, untuk memberikan pendampingan dan memantau perkembangan pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat, sehingga berbagai permasalahan maupun kendala yang dihadapi petani dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Jajaran Polsek Kenduruan Polresta Tuban berkomitmen untuk terus mendukung program Astacita Presiden Republik Indonesia melalui kegiatan nyata di lapangan, termasuk pendampingan dan pemantauan sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat. (eko/wono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…