Berita

Polsek Praya Timur Intensifkan Patroli Dialogis, Serap Aspirasi Warga

×

Polsek Praya Timur Intensifkan Patroli Dialogis, Serap Aspirasi Warga

Share this article

Lombok Tengah, NTB — Kepolisian Sektor (Polsek) Praya Timur, Polresta Lombok Tengah, meningkatkan kegiatan patroli dialogis sebagai upaya mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.30 WITA hingga selesai di Dusun Rajak, Desa Sukaraja, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah.

Patroli dipimpin Kapolsek Praya Timur IPTU I Nyoman Astika, S.H., bersama PS Kanit IK Aiptu Lalu Sahwin, Banit IK Aipda Sufyan Sauri dan anggota SPKT II Polsek Praya Timur Briptu Ahmas Taufik AS.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi warga dan berdialog secara langsung untuk mendengarkan berbagai keluhan, masukan serta informasi terkait potensi gangguan keamanan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Selain sebagai langkah pencegahan tindak kejahatan, patroli dialogis juga menjadi sarana membangun kerja sama yang erat antara polisi dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kasi Humas Polresta Lombok Tengah IPTU L. Brata Kusnadi mengatakan, kegiatan patroli dialogis merupakan salah satu upaya kepolisian untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memperoleh informasi secara langsung mengenai situasi kamtibmas di tingkat lingkungan.

“Melalui patroli dialogis, anggota dapat berkomunikasi langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan maupun masukan, serta mengetahui potensi gangguan keamanan yang perlu segera diantisipasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi dengan kepolisian dan segera menyampaikan apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas. Dengan sinergi yang baik, situasi keamanan dapat terus kita jaga bersama,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Dusun Rajak, Desa Sukaraja, berjalan aman dan lancar serta tetap dalam kondisi kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…