Berita

Polsek Praya Barat Daya Intensifkan Patroli Blue Light, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

×

Polsek Praya Barat Daya Intensifkan Patroli Blue Light, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Share this article

Lombok Tengah, NTB — Kepolisian Sektor (Polsek) Praya Barat Daya, Polresta Lombok Tengah, meningkatkan kegiatan patroli malam melalui patroli blue light sebagai upaya mengantisipasi tindak kriminalitas dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli tersebut dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 01.15 WITA hingga selesai, dengan menyasar kawasan Simpang Empat Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan dipimpin Kanit Samapta Polsek Praya Barat Daya IPDA Joko Priyatno bersama personel piket, yakni Aiptu M. Tarmizi, Aipda Abd. Hamdi dan Aipda Setiawan.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli menggunakan lampu biru kendaraan dinas di sejumlah titik wilayah hukum Polsek Praya Barat Daya yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Patroli dilakukan untuk mengantisipasi tindak pidana pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor (3C), serta gangguan keamanan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.

Selain melakukan pemantauan situasi, kehadiran personel kepolisian di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang beristirahat maupun pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

Kasi Humas Polresta Lombok Tengah IPTU L. Brata Kusnadi mengatakan, patroli blue light merupakan salah satu langkah preventif kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas, terutama pada jam-jam rawan.

“Patroli ini merupakan bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk 3C,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan patroli akan terus dilakukan secara rutin di sejumlah wilayah guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas atau kejadian yang mencurigakan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…