Berita

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota Amankan Terduga Pencurian Handphone di Lambu

×

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota Amankan Terduga Pencurian Handphone di Lambu

Share this article

Kota Bima, NTB – Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota yang dipimpin AIPDA Rahmad Hidayat berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dan mengamankan seorang terduga pelaku di wilayah Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 19.00 Wita.

Terduga pelaku berinisial FI, diketahui tidak bekerja dan berdomisili di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit handphone iPhone 11 warna hitam.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Mochamad Fikri Dafa Alfarez, S.Tr.K., menjelaskan bahwa kasus tersebut bermula ketika pelapor sedang berada di rumah.

Pada saat kejadian, pelapor tertidur dan terbangun sekitar pukul 04.00 Wita. Pelapor kemudian mendapati handphone miliknya yang sebelumnya disimpan di samping tempat tidur sudah tidak ada.

Pelapor selanjutnya mengecek handphone lainnya yang sedang diisi daya di ruang tamu. Namun, handphone tersebut juga sudah tidak ditemukan. Atas kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian yang ditaksir sekitar Rp11 juta dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Bima Kota untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, tim berhasil memperoleh identitas yang diduga sebagai pelaku pencurian.

Setelah mendapatkan informasi mengenai keberadaan terduga pelaku, tim kemudian bergerak menuju lokasi di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Sesampainya di lokasi, personel berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial FI.

Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian tersebut bersama seorang rekannya yang berinisial P. Dalam aksinya, keduanya diduga mengambil dua unit handphone.

“Dari hasil pemeriksaan, terduga pelaku menerangkan bahwa satu unit handphone lainnya telah dibawa oleh rekannya berinisial P ke wilayah Labuan Bajo,” jelas Kasat Reskrim.

Saat ini, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota masih melakukan pencarian dan pengembangan untuk mengamankan rekan terduga pelaku berinisial P sekaligus mencari barang bukti lainnya.

Terduga pelaku beserta barang bukti yang berhasil diamankan selanjutnya dibawa ke Mako Polres Bima Kota untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Polres Bima Kota berkomitmen untuk terus melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat serta memastikan setiap perkara diproses sesuai hukum yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…