Berita

Jumat Curhat, Bhabinkamtibmas Matakando Serap Aspirasi Warga dan Sosialisasikan Call Center 110

×

Jumat Curhat, Bhabinkamtibmas Matakando Serap Aspirasi Warga dan Sosialisasikan Call Center 110

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka mempererat kemitraan dengan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Matakando Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota, AIPDA Khairul, melaksanakan kegiatan Jumat Curhat pada Jumat, 11 September 2026, pukul 09.30 Wita, bertempat di RT 012/RW 006 Kelurahan Matakando, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota, AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat merupakan program Polri yang dilaksanakan melalui Bhabinkamtibmas untuk membuka ruang komunikasi secara langsung antara masyarakat dengan kepolisian.

“Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, masyarakat dapat menyampaikan masukan, usul, saran, tanggapan maupun pengaduan terkait berbagai persoalan Kamtibmas yang terjadi di lingkungan masing-masing. Selain itu, personel juga mensosialisasikan layanan pengaduan Call Center 110 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam secara gratis,” jelas Kapolres.

Dalam pertemuan tersebut, warga Kelurahan Matakando berharap agar Bhabinkamtibmas senantiasa hadir apabila terjadi permasalahan antarwarga, sehingga dapat dicarikan solusi secara kekeluargaan melalui musyawarah guna menjaga hubungan harmonis di tengah masyarakat.

Selain menyerap aspirasi warga, AIPDA Khairul juga mengajak seluruh tokoh masyarakat dan warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, serta mewaspadai potensi kebakaran mengingat kondisi cuaca panas dan angin kencang yang melanda wilayah Kota Bima.

Masyarakat juga diimbau agar tidak membakar sampah sembarangan yang dapat memicu terjadinya kebakaran, serta segera melaporkan setiap gangguan Kamtibmas melalui layanan Call Center 110 Polres Bima Kota.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan serta menjadi sarana efektif dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat demi terciptanya situasi Harkamtibmas yang aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…