Berita

Sat Samapta Polres Bima Kota Tingkatkan Pengamanan Objek Vital PLTMG Bonto Bima

×

Sat Samapta Polres Bima Kota Tingkatkan Pengamanan Objek Vital PLTMG Bonto Bima

Share this article

Kota Bima, NTB – Sat Samapta Polres Bima Kota melalui Unit Pengamanan Objek Vital (Obvit) melaksanakan patroli dan pengamanan di kawasan PT. PLN (Persero) UPK Tambora PLTMG Bima, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di kawasan objek vital yang memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Samapta IPTU Kamaruddin, menjelaskan bahwa personel Unit Obvit Sat Samapta secara rutin melaksanakan patroli dan pengamanan di sejumlah area dalam kawasan PLTMG Bonto Bima.

“Anggota Unit Obvit Sat Samapta melaksanakan kegiatan pengamanan dan patroli di area objek vital PLTMG Bonto Bima sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan maupun hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas IPTU Kamaruddin.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan di beberapa area strategis, di antaranya Area WTP, Gas Material, Service Tank, serta Hydrant 1.

Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah titik dan memastikan kondisi lingkungan objek vital tetap aman serta tidak ditemukan adanya aktivitas maupun situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.

Selain sebagai langkah preventif, kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan rasa aman kepada pihak pengelola dan seluruh pekerja yang melaksanakan aktivitas di kawasan PLTMG Bonto Bima.

IPTU Kamaruddin menegaskan bahwa pengamanan objek vital merupakan salah satu tugas kepolisian dalam rangka menjaga keamanan fasilitas strategis dan mencegah berbagai potensi gangguan sejak dini.

“Patroli akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pengamanan terhadap objek vital serta memastikan aktivitas di dalam kawasan berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya.

Selama pelaksanaan patroli dan pengamanan, situasi di kawasan PT. PLN (Persero) UPK Tambora PLTMG Bima terpantau aman, tertib dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…