Berita

Bina Mental Spiritual Anak-anak, Bhabinkamtibmas Polsek Woha Ikhlas Jadi Guru Ngaji Gratis

×

Bina Mental Spiritual Anak-anak, Bhabinkamtibmas Polsek Woha Ikhlas Jadi Guru Ngaji Gratis

Share this article

 

Wujud nyata dedikasi anggota kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga aktif membina mental spiritual warga dan anak-anak di desa binaannya.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Woha Polres Bima Kabupaten Polda Aipda Sarjan Adi buana S.E., yang aktif mengajar ngaji bagi anak-anak hingga dewasa

Kegiatan keagamaan itu dilakukannya di sela-sela tugas kepolisian, sebagai Bhabinkamtibmas Desa Kalampa menyempatkan waktu mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an (mulai dari tingkat dasar Iqra hingga Al-Qur’an.

Rutinitas nya itu di pusatkan di Masjid Bolly Mubarok Selasa 8 September 2026 sekira pukul 18.40. Wita atau ba,ada Sholat Isya.

Selain mengaji, Aipda Sarjan Adibuana sering mengajarkan dasar-dasar ilmu agama Islam, akhlak mulia, hingga doa harian demi membentuk generasi muda yang berakhlak baik.

Kapolres Bima AKBP Muh.Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka mengatakan Kegiatan ini menjadi sarana komunikasi sosial yang sangat efektif untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat, sehingga tercipta suasana desa yang aman, damai, dan harmonis.

Kapolres berharap kegiatan yang dijalankannya tidak hanya membantu anak-anak mengenal dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga semakin mendekatkan kepolisian dengan masyarakat.

Aksi mulia ini mendapat dukungan penuh dari institusi kepolisian karena dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik serta menciptakan keteladanan positif di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…