Berita

Polisi Ungkap Kasus Dugaan Perkosaan Anak di Bawah Umur di Lombok Utara

×

Polisi Ungkap Kasus Dugaan Perkosaan Anak di Bawah Umur di Lombok Utara

Share this article

 

Lombok Utara,— Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana perkosaan terhadap seorang anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang terduga pelaku berinisial R, warga Dusun Teres Genit, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, pada Rabu (19/8/2026).

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta melalui Kasat Reskrim IPTU I Komang Wilandra mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan polisi yang diterima setelah pihak keluarga korban melaporkan dugaan tindak pidana yang dialami korban.

“Setelah menerima laporan, Tim Puma Polres Lombok Utara langsung melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap keberadaan terduga pelaku,” kata Wilandra.

Ia menjelaskan, peristiwa dugaan perkosaan tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 19.30 Wita di kawasan Pelabuhan Carik, Desa Anyar, Kecamatan Bayan.

Kasus itu terungkap setelah ayah korban mencari anaknya yang belum pulang ke rumah. Saat tiba di kawasan pelabuhan, sang ayah melihat korban sedang berbicara dengan sejumlah laki-laki.

Ketika melihat ayahnya, korban disebut langsung berlari dalam kondisi ketakutan. Ayah korban kemudian mengejar dan membujuknya untuk pulang. Sebelumnya, berdasarkan keterangan saksi, korban sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut dan meminta diantar pulang ke rumah neneknya. Kepada saksi, korban kemudian mengaku telah mengalami dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh tiga orang laki-laki.

“Setelah mengetahui kejadian yang dialami anaknya, orang tua korban kemudian melaporkan perkara tersebut kepada Polres Lombok Utara untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Wilandra.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Puma melakukan penyelidikan hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan salah seorang terduga pelaku di Dusun Teres Genit, Desa Bayan.

Petugas kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah sweater berwarna hitam dan satu buah celana pendek berwarna hitam.

Wilandra mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Polisi juga mencatat yang bersangkutan pernah terlibat dalam perkara pidana sebelumnya.

“Terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mako Polres Lombok Utara untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Polres Lombok Utara, lanjut dia, masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain sebagaimana keterangan yang disampaikan korban.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa kepolisian akan menangani perkara tersebut secara profesional dan sesuai ketentuan hukum, terlebih karena menyangkut korban yang masih di bawah umur.

“Kami akan melakukan pendalaman secara menyeluruh dan memastikan setiap fakta dalam perkara ini terungkap. Perlindungan terhadap korban, khususnya anak, menjadi perhatian dalam proses penanganan perkara,” ujar Wilandra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…