Berita

Polsek Rasanae Barat Respons Cepat Kebakaran Bengkel, Bantu Padamkan Api dan Amankan Jalur Lalu Lintas

×

Polsek Rasanae Barat Respons Cepat Kebakaran Bengkel, Bantu Padamkan Api dan Amankan Jalur Lalu Lintas

Share this article

Kota Bima, NTB – Personel Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota bergerak cepat menindaklanjuti informasi masyarakat terkait kebakaran sebuah bengkel di wilayah Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 20.20 Wita, bertempat di Bengkel Jaya Motor, RT 09/RW 03 Amahami, Lingkungan Dara, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar, S.Sos., menjelaskan bahwa personel Polsek Rasanae Barat bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bima langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi adanya kebakaran.

Bengkel Jaya Motor tersebut diketahui milik Anis Wijaya, 65 tahun, pekerjaan wiraswasta, yang berdomisili di RT 05/RW 02 Lingkungan Danataraha, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Setibanya di lokasi, personel Polsek Rasanae Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Adhar, S.Sos., segera melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kemacetan serta memastikan proses pemadaman berjalan aman dan lancar.

Bersama petugas Damkar Kota Bima, personel kepolisian turut membantu upaya pemadaman api. Dengan mengerahkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Selain melakukan pengamanan lokasi, personel Polsek Rasanae Barat juga melaksanakan komunikasi sosial dan cooling system kepada masyarakat yang berkerumun menyaksikan kejadian tersebut.

Petugas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penjarahan maupun mengambil barang-barang milik pemilik bengkel yang terbakar. Masyarakat juga diajak bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

Respons cepat tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti kebakaran.

Kegiatan penanganan kebakaran dan pengamanan di lokasi berlangsung dengan lancar hingga selesai. Situasi di sekitar TKP terpantau aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…